| Seorang Warga Sedang Mencari Rumput Di Sawah Sumber : Dokumen Pibadi |
Di Sepakung, khususnya Dusun Krajan, mata pencaharian yang mereka tekuni adalah petani. Dengan lahan yang mereka punya, mereka memelihara sapi untuk tabungan jangka pendek, sedangkan lahan hutan ( alas ) mereka gunakan sebagai kitren ( istilah desa yang artinya tabungan jangka panjang ), mulai dari menanam pohon sengon, mahoni, nangka, cengkih, kopi, dll. Di persawahan mereka menanam padi untuk kebutuhan pokok mereka, dan pada saat musim kemarau, mereka menanam ubi jalar ( Telo ), dipadu dengan jagung, ada juga yang menanam sayuran seperti daun onclang, brokoli, kembang kol, cabai, dll. untuk pemasaranya, biasanya petani langsung ke pembeli di sana, kemudian pembeli menjualnya ke pasar pagi ambarawa, tetapi ada juga sebagian petani yang menjualnya langsung ke pasar Ngasem ataupun pasar pagi di ambarawa.
![]() | |||
| Seorang Warga Sedang Berangkat Memanen Air Aren Sumber : Dokumen Pribadi
Selain bertani, ada juga yang mempunyai pekerjaan sambilan, yaitu memanen air aren dan menjadikan gula aren.Ini dilakukan saat pagi dan sore hari, pagi mereka mengangkat dirigen yang sudah penuh dan memasang yang kosong. Gula Aren di Sepakung sudah terkenal keasliannya di wilayah Ambarawa, artinya tanpa menggunakan campuran bahan pemanis lainnya. Sekarang sudah ada pengembangan dari gula aren yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani Srikandi Dusun Krajan, yaotu mengolahnya menjadi Gula Semut, dan menjadi salah satu oleh-oleh khas desa sepakung. Gula Semut sendiri adalah campuran antara gula aren dengan jahe yang beruba bubuk dan bisa langsung dikonsumsi menjadi minuman. Manfaat yang dihasilkanppun sangat banyak, selain bisa memperlancar peredaran darah, gula semut juga bisa menghangatkan tubuh kita saat kedinginan.
|




Tidak ada komentar:
Posting Komentar